Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Pontang-Banten Terkait Kandungan Gizi Jamur Tiram Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Pengolahan Jamur Tiram

Indah Juwita Sari(1), Desi Nur Eka Fitriana(2), Mila Ermila Hendriyani(3), Rida Oktorida Khastini(4), Tasya Alya Permata(5),


(1) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
(2) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
(3) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
(4) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
(5) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Abstract

Pontang is one of the villages in Banten with a high potential for natural resources but unexplored potential for human resources. Continuous socialization and mentoring are one way to increase the potential and knowledge of the Pontang people. This activity aims to determine an increase in Pontang people's knowledge of oyster mushrooms' nutritional contents and their benefits in meeting food needs. The method used in this activity is a case study with questionnaires and interviews as instruments. This activity was started by giving questionnaires about the initial knowledge of oyster mushrooms' nutritional contents to 20 samples. After that, socialization and mentoring were carried out in oyster mushroom processing into oyster mushroom meatballs. Interviews related to participants' knowledge of the oyster mushrooms' nutritional contents were conducted at the end of the activity. This activity showed increased knowledge about the oyster mushrooms' nutritional contents and benefits and participants' satisfaction after socialization and mentoring in oyster mushroom processing. This activity initiated the participants to utilize oyster mushrooms as an alternative to meet their daily vegetable protein needs. In addition, this activity initiated the participants to explore entrepreneurial potential, such as innovation in processed oyster mushroom food.

Keywords

Pengetahuan Masyarakat; Jamur Tiram; Sosialisasi; Pendampingan; Pontang

Full Text:

PDF

References

Annisa, N., Sa'ban, F.A., & Hanidah, I. (2017). Diversifikasi Produk Olahan Jamur (Pleurotus Ostreatus) Sebagai Peningkatan Pengetahuan Keterampilan Dalam Upaya Mendukung Hidup Sehat: Studi Kasus Rw 05 Desa Cipacing-Jatinangor. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 4 (3), 390 – 447.

Araina, E., Sulistyaningrum, T. W., & Firlianty, F. (2020). Edukasi mengenai peranan mahluk hidup dan kandungan nilai gizinya terhadap tumbuh kembang anak usia dini. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 141-149.

Ardiansyah, M., Nasution, R. A., Nasution, A. M., Wahyuni, S. S., Ramadhani, S., Khairuna, K., & Ulfa, S. W. (2022). Pemanfaatan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai Produk Olahan Es Krim. MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 186-196.

Asmoro, N. W., Hartati, S., & Handayani, C. B. (2021). Introduksi Mocaf (Modified Cassava Flour) Sebagai Pendukung Diversifikasi Dan Ketahanan Pangan Masyarakat Dawis 1 Rt 03/24 Jebres. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 10(4), 325-329.

Bernas, E. Jaworska, G., & Lisiewska, Z. (2006). Edible mushroom as a source of valuable nutritive constituents. Acta Sci Pol Technol Aliment 5(1): 5-20.

Deepalakshmi, K. & Mirunalini, S. (2014). Pleurotus ostreatus: an oyster mushroom with nutritional and medicinal properties. J Biochem Tech 5(2):718-726

Feagin, J. R., Orum, A. M., & Sjoberg, G. (Eds.). (2016). A case for the case study. UNC Press Books.

Hikmah. (2021). Sosialisasi Pemanfaatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Pada Masa Covid-19 Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Radisi, 1(2), 84–91.

Jaworska, G., BernaÅ›, E., & Mickowska, B. (2011). Effect of production process on the amino acid content of frozen and canned Pleurotus ostreatus mushrooms. Food chemistry, 125(3), 936-943..

Jumini, S., Nisa, T. N., Mawadah, A., Masruroh, A. L., Ihfad, M., & Sulistyo, A. R. (2021). Pendampingan budidaya potensi lokal dalam mewujudkan ketahanan pangan di era pandemi covid-19. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 8(3), 306-314.

Kadaryati, S., Arinanti, M., & Afriani, Y. (2021). Formulasi dan uji sensori produk bumbu penyedap berbasis jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Agritech, 41(3), 285-293.

Kurniawan, Z., & Subhan, M. (2021). Pengabdian Kepada Masyarakat Usaha Pangan Lokal Berbasis Tepung Ubi Di Tempilang Kabupaten Bangka Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel, 1(01), 21-28.

Maspupah, M., Mas' ud, A., Azizah, A., Safira, A. D., Fitrah, P., Paujiah, E., & Zulfahmi, I. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Penyuluhan Diversifikasi Pangan Hasil Perikanan Muara Di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning 19(1), 208-215).

Mawarni, E. E. (2018). Edukasi gizi pentingnya sarapan sehat bagi anak sekolah. Warta Pengabdian, 11(4), 97-107.

Ningsih, G. M. (2020). Diversifikasi Pangan di Tengah Pandemi. Arsip Publikasi Ilmiah Biro Administrasi Akademik.

Pade, S. W., Xyzquolyna, D., & Tolapa, M. (2022). Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Jamur Tiram bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Berkah Desa Jatimulya Kec. Wonosari Kab. Boalemo. VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 5(1), 35-39.

Panda, A., Dirgantara, M., & Haryono, A. (2021). Pelatihan Pengolahan Jamur Tiram untuk Meningkatkan Keterampilan dan Pendapatan Petani Jamur di Desa Tanjung Sangalang. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 7-12.

Restusari, L., Ningsih, S. W., & Arsil, Y. (2016). Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng oleh Masyarakat Indonesia menjadikan minyak goreng digunakan sebagai food vehiclepada program fortifikasi vitamin A. Program tersebut dilakukan untuk mengatasi Kekurangan vitamin A (KVA). KVAsangat mempengaruhi kela. JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 5(1).

Saragih, R. (2014). Nugget jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai alternatif pangan sehat vegetarian. E-Journal WIDYA Kesehatan dan Lingkungan, 1(1), 36813.

Stemler, S. (2000). An overview of content analysis. Practical assessment, research, and evaluation, 7(1), 17.

Susilo, Meitiyani, & Setyaningsih, M. (2021). Pelatihan Pemanfaatan Limbah Jerami Sebagai Media untuk Budidaya Jamur Tiram Putih. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 6(1), 530–536. https://doi.org/10.21067/jpm.v6i1.2714

Suyastiri, N. M. Y. P. (2008). Diversifikasi Konsumsi Pangan Pokok Berbasis Potensi Lokal Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan Di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 1, 51-60.

Tjokrokusumo, D., Widiyastuti, N., & Giarni, R. (2015). Diversifikasi produk olahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai makanan sehat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversifikasi Indonesia, 1(8), 2016-2020.

Venkatakrishnan, V., Shenbhagaraman, R., Kaviyarasan, V., Gunasundari, D., Radhika, K., Dandapani, R., & Jagadish, L. K. (2010). Antioxidant and antiproliferative effect of Pleurotus ostreatus. Journal of Phytology, 2(1), 022-028.

Yuliani, F. A. (2014). Pengaruh Sabut Kelapa Sebagai Media Pertumbuhan Terhadap Kualitas Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) [Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].

Widiastuti, N. (2013). Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi. JSTI: Pengolahan Jamur Tiram, Vol 15 (3), 78-85.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.